Tiga puluh tujuh hari dan satunya hujan.
Seperti biasa, hujan datang menjadi musik tanpa nada namun setiap rintiknya beriringan dengan dukaku malam ini.
Menari dengan air mata ; terus menerus tanpa mau berhenti.
Lelah. Tapi tarianku makin cepat tanpa terkendali
Dan yang hidup disini ( menunjuk hati ) ... pergi.
Hujan mereda.
Tapi aku tetap menari ; karena kehilangan membuatku lupa cara berhenti.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar