Jumat, 13 Desember 2013

Tiga puluh tujuh

Tiga puluh tujuh hari dan satunya hujan.

Seperti biasa, hujan datang menjadi musik tanpa nada namun setiap rintiknya beriringan dengan dukaku malam ini.

Menari dengan air mata ; terus menerus tanpa mau berhenti.

Lelah. Tapi tarianku makin cepat tanpa terkendali

Dan yang hidup disini ( menunjuk hati ) ... pergi.

Hujan mereda.

Tapi aku tetap menari ; karena kehilangan membuatku lupa cara berhenti.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar